How Green Can You Go ?

Berkah dari kotoran sapi menuju teknologi yang berkesinambungan

Posted in teknologi hijau by mAthA inggin bixara on Juli 18, 2009

Kotoran sapi, tahi sapi, tahi kerbau siapa yang perduli ?? Mungkin hanya peternak dan petani yang masih menghargainya sebagai pupuk kandang dan (baru-baru ini) sebagai penghasil biogas. Tunggu dulu! Mungkin kita bisa memulai sebuah konsep “green and sustainable technology” dari masalah yang sederhana dan sehari-hari dekat dengan kita. Bagi kita yang mulai memiliki ketertarikan dengan isu-isu kimia hijau dan berkelanjutan, mungkin kita bisa belajar dari kisah limbah menjijikan berikut ini.

Di halaman Detik dot com tertanggal 15/07/2009 tertulis kisah anak muda bernama Syammahfuz Chazali, seorang mahasiswa senior dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang berhasil mengubah kotoran sapi menjadi batu bata dan gerabah keramik tanah liat [1].  Hasil karyanya ini bersama dengan mahasiswa dari Kampus Prasetya Mulya Yogyakarta mendapat penghargaan tertinggi dalam Global Social Competition Venture yang diadakan oleh Universitas Berkley, California, 2009, Woow. Sebenarnya sejak tahun 2006 pria yang sama bersama teman-temannya sudah merintis hingga skala industri rumahan dalam memanfaatkan limbah sapi sebagai bahan tambahan pembuatan gerabah. Tentu limbah itu sudah mengalami perlakuan khusus sebelum digunakan yaitu proses penghilangan bau,  sterilisasi dan pengeringan.  Yang unik dari penemuan mereka adalah kulitas kekuatan kerajinan gerabah yang meningkat dan lebih ringan dibanding gerabah biasa. Berkat kerja keras mereka, hasil karya ini juga diganjar juara satu pada Lomba Bisnis Plan Pemuda Tingkat Nasional tahun 2007 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan judul Alternatif Pemanfaatan Kompos dari Industri Petrnakan Sapi Sebagai Bahan Campuran Aneka Kerajinan Gerabah [2].

Kotoran sapi yang banyak mengandung serat selulosa dan enzim pencernaan mungkin berperan sebagai zat pengikat lempung yang efektif sehingga meningkatkan kualitas gerabah setelah dibakar. Hasil penelitian ini tidak hanya sekedar berakhir di lomba-lomba karena teknologinya diminati oleh negara lain dan sedang dalam proses pengajuan paten. Bayangkan jika kita mampu mengolah kurang lebih 5,9 juta ton kotoran sapi kering pertahun di Indonesia (data 2007).

Sebenarnya konsep pemanfaatan limbah kotoran sapi tidak hanya dimiliki oleh Indonesia.  Di Amerika sana, dimana negara tersebut memiliki industri persapian raksasa, masalah kotoran sapi (mencapai ukuran milyar ton pertahun) juga menjadi isu penting dan mendapat perhatian para penggiat teknologi hijau dan berkesinambungan.  Berbeda dengan Indonesia, tim peneliti dari Michigan State University bermaksud menggunakannya sebagai bahan dasar papan komposit (panel) (particleboard) yang selama ini berbahan dasar serbuk kayu [3].

Prinsipnya, kotoran sapi yang mengandung sebagian besar selulosa bisa dicerna secara massal menggunakan proses anerobic digester. Anerobic digester adalah proses pencernaan atau penguraian oleh mikoorganisme tanpa melibatkan oksigen sehingga tidak memerlukan sistem pengolahan terbuka seperti “landfill [4]“. Pada akhir proses tersebut, diperoleh material serpihan yang masih mengandung selulosa. Kemudian, setelah mengalami proses sterilisasi dan (mungkin pemutihan), serbuk tadi bisa dicampur dengan resin sebagai tahap akhir pembuatan papan komposit. Menurut tim peneliti di universitas Michigan, ternyata material papan yang dihasilkan bahkan lebih unggul dibanding papan berbahan baku serbuk kayu karena ikatan antar molekul serat selulosa lebih rapat. Mereka berani mengatakan bahwa papan baru ini sebagai material super, hohohohoho.

Nah, mari mulai berpikir dari sesuatu yang sederhana di sekitar kita, yaitu limbah, misalnya limbah kulit buah dari industri pengolahan buah, limbah cangkang udang dan sebagainya. Dengan bantuan sedikit pengetahuan kimia ternyata banyak material bisa dimodifikasi menjadi sesuatu yang bernilai tambah dan terutama memenuhi konsep teknologi yang berwawasan hijau dan berkesinambungan.

Salam hijau!

Pustaka

[1]  Dilirik dunia karena mengubah kotoran sapi jadi batu bata

[2]   Teliti kotoran sapi, Syammahfuz Chazali raih juara I Bisnis Plan Pemuda Tingkat Nasional

[3]  Cow poo: the building material of the future?

[4]  Anarobic digester dari wikipedia

About these ads

Satu Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. uuz said, on November 28, 2012 at 1:18 am

    it’s wonderfulll ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: