Merintis praktek kimia hijau dengan sonokimia
Ingin mencari inovasi penelitian sekaligus mempraktekkan konsep kimia hijau? Then, why don’t you try “sonochemistry” (sonokimia). Ya, sonochemistry secara gamblang hararfiah bisa diartikan sebagai proses kimia menggunakan teknologi sonic atau suara. Reaksi kimia seperti apa?, dan suara yang bagaimana yang bisa diterapkan?, dan mengapa dikaitkan dengan kimia hijau?
Pustaka pengantar untuk penggiat kimia hijau
Tema kimia hijau adalah tema multidisipliner dan mungkin termasuk relatif baru bagi kalangan awam atau bahkan bagi kimiawan. Oleh karena itu beberapa pustaka dari jurnal ilmiah internasional berikut ini bisa dijadikan bacaan awal sebelum menyelami dan terlibat didalamnya.
Memisahkan dan menyimpan gas asetilen menggunakan cecair ionik. Proses “super hijau”
Latar belakang
Gas asetilen (C2H2) diperoleh terutama melalui proses pembakaran metan atau sebagai produk samping perengkahan nafta atau gas alam [1,2]. Dalam proses pemurniannya, hasil perengkahan tadi dialirkan ke dalam kolom untuk diekstrak menggunakan pelarut organik N,N-dimetilformamida (DMF) atau N-metilpirrolidone (NMP) demi mendapatkan asetilen yang terpisah dari fraksi gas lain (etilen) [3]. Tapi proses ini bukannya tanpa masalah karena pelarut organik yang digunakan termasuk beracun dan mudah lepas ke lingkungan karena kesetimbangan tekanan uapnya relatif tinggi (sifat khas pelarut organik yang mudah menguap).
Berkah dari kotoran sapi menuju teknologi yang berkesinambungan
Kotoran sapi, tahi sapi, tahi kerbau siapa yang perduli ?? Mungkin hanya peternak dan petani yang masih menghargainya sebagai pupuk kandang dan (baru-baru ini) sebagai penghasil biogas. Tunggu dulu! Mungkin kita bisa memulai sebuah konsep “green and sustainable technology” dari masalah yang sederhana dan sehari-hari dekat dengan kita. Bagi kita yang mulai memiliki ketertarikan dengan isu-isu kimia hijau dan berkelanjutan, mungkin kita bisa belajar dari kisah limbah menjijikan berikut ini.
Menalar konsep kimia hijau. Sebuah contoh terapan
Banyak teknologi proses kimia jaman sekarang yang masih mengandalkan pengetahuan kimia dari masa lampau. Tentu hal ini terjadi dengan berbagai alasan yang muasalnya bersumber dari aspek ekonomi untung rugi dan kesiapan teknologi pengganti. Jadi, adakah kiranya proses kimia hijau yang sudah “go industrialization” ??? Tentu ada dan produk akhirnya bahkan bisa kita temukan sehari hari.
24 prinsip “ketehnikan hijau” dan “kimia hijau”: IMPROVEMENTS PRODUCTIVELY

Samantha Tang, Richard Bourne, Richard Smith dan Martyn Poliakoff menyarankan 24 Prinsip Kimia Hijau dan Ketehnikan Hijau yang terpadu dengan memberikan istilah yang mudah diingat yaitu: IMPROVEMENTS PRODUCTIVELY.
Artikel lengkap bisa dibaca di:
The 24 Principles of Green Engineering and Green Chemistry: IMPROVEMENTS PRODUCTIVELY
Green Chem., 2008, 10, 268 – 269



4 comments