Reaktor microchannel, reaktor apa ini ?
Teknologi proses “microchannel“, apa ya kira-kira istilah ini ?
Dalam skala laboratorium, kita dapat melakukan reaksi kontak misalnya gas dengan padatan dalam suatu reaktor berbentuk tubular berdiameter kurang dari satu sentimeter hingga ukuran mikrometer. Atau dalam teknologi katalis, kita menggunakan material pengemban (monolith), yang memiliki ratusan saluran-saluran kecil dengan dimensi seragam. Konsep reaktor microchannel kurang lebih serupa dengan kumpulan puluhan bahkan ratusan saluran mikro yang dimensi, keteraturan dan keterkaitan disetiap saluran tadi dirancang sedemikian rupa. Peningkatan proses menjadi skala pabrik sebenarnya hanyalah sekedar menambah jumlah saluran mikro.
Cecair ionik dan partikel nano, persahabatan dalam proses katalisis
Jaman sekarang, istilah “nanotechnology” dan “nanomaterials” mudah sekali ditemukan pada berbagai bahan bacaan sehari-hari. Istilah yang dahulu hanya digeluti kalangan ilmuwan kini telah jadi milik kaum awam. Kita bahkan mungkin tanpa sadar sudah menyentuh atau mengunakannya. Misalnya, perusahaan Intel memanfaatkan pengetahuan teknologi nano untuk menciptakan prosesor komputer yang sangat cepat kinerjanya [1]. Demikian juga beberapa merek kosmetik mahal telah menggunakan partikel nano (partikel dengan dimensi ukuran 10-6 atau 0.0000001 meter) zeng oksida (ZnO) dalam campuran krim pelindung dari terpaan sinar matahari (sunscreens) [2].
Mempopulerkan indium sebagai green catalyst
Mengapa indium?
Logam indium (In, nomor atom 49 golongan 3A pada tabel periodik) belumlah lama dikenal sebagai logam yang berguna sebagai katalis. Sifat elektronik dan kimiawinya yang mirip dengan aluminum, boron, magnesium, seng, dan timah menjadikan indium memiliki fungsi sebagai katalis. [1] Para kimiawan telah lama mengenal pereaksi Grignard yang komponen utamanya adalah logam magnesium. Reaksi Grignard berguna dalam proses penggabungan dua atom karbon. Demikian juga aluminum dikenal sebagai katalis asam Lewis dalam reaksi Friedel-Crafts (alkilasi maupun asilasi) dan Boron seringkali digunakan dalam reaksi reduksi. Lalu mengapa logam indium perlu dipertimbangkan dalam bidang katalis terutama dalam lingkup kimia hijau (green chemistry)?
Katalis sintesis dimetil eter dari syngas. Apa yang perlu diketahui?
Pendahuluan
Penelitian tentang sintesis dimetil eter (DME) di Indonesia cukup berkembang seiring dengan semakin populernya isu kelangkaan minyak bumi dan pemanasan global. DME dipertimbangkan sebagai bahan bakar alternatif dan bersih yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti LPG atau bahkan bahan bakar kendaraan bermesin diesel [1,2].


tinggalkan komentar